BKP Kementan Tetapkan FSVA Sebagai Basis Membangun Sistem Pangan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 18 Sep, 2017

Views: 213

Badan Ketahanan Pangan (BKP) akan menjadikan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan atau Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) dalam penetapan lokasi kegiatan sebagai basis membangun sistem pangan yang kokoh, yang akan didukung Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Desa - Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dan Kementerian Kesehatan. "Melalui raker pertama BKP Kementan dalam 10 tahun terakhir, peta FSVA dijadikan sebagai basis dalam penetapan lokasi kegiatan BKP," kata Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi dalam sambutannya di Bogor, Kamis (14/9) usai membuka rapat kerja BKP Kementan mewakili Mentan Andi Amran Sulaiman yang berhalangan hadir. Menurutnya, pengembangan FSVA oleh Kementan didukung lembaga bantuan kemanusiaan PBB, World Food Program (WFP) sejak 2002 saat ini menjadi dasar bagi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes), Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menentukan lokasi program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk pengentasan kemiskinan, dan rawan pangan. "Dapat kami sampaikan pula bahwa organisasi pangan dunia FAO menyampaikan apresiasi kepada Indonesia sebagai salah satu negara pertama di dunia yang mengadopsi parameter Sustainable Development Goals(SDGs), khususnya target SDGs kedua, dengan indikator Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan atau Prevalence of Undernourishement atau PoU," katanya. Momen Strategis Raker dua hari yang berlangsung hingga hari ini, menjadi momen strategis BKP Kementan dalam sinergi program dan kegiatan baik pemerintah, lintas kementerian/lembaga maupun sektor swasta, untuk bersama-sama menyukseskan program ketahanan pangan. Menurut Agung, raker ini mempertemukan dan mengonsolidasikan seluruh mitra kerja BKP Kementan dengan melibatkan empat kementerian (perdagangan, desa - pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi), unsur pemerintah dan BUMN, perusahaan swasta, dan lintas eselon satu lingkup Kementan, dan partisipasi unit kerja dinas ketahanan pangan provinsi dari seluruh Indonesia. "BKP Kementan juga memberi apresiasi dan mendukung kinerja Dinas Ketahanan Pangan Maluku dan Maluku Utara sebagai pelaksana kegiatan Smallholder Livelihood Development Project in Eastern Indonesiaatau SOLID," kata Agung Hendriadi. Dia menambahkan, kegiatan raker BKP Kementan akan ditindaklanjuti dengan workshop upaya-upaya percepatan pelaksanaan program/kegiatan 2017 dan refocusing rancangan alokasi kegiatan 2018. sumber :www.berita2 bahasa.com

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...