BKP Kementan Menargetkan Bangun 2.300 Kecamatan Organik

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 10 Nov, 2017

Views: 222

Bandung Barat, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian menargetkan membangun 2.300 kecamatan organik di seluruh Indonesia. Guna merealisasikan target tersebut, tahun ini sudah ada beberapa kecamatan percontohan yang dikembangkam dan diharapkan bisa terealisasi seluruhnya di 2018.

"Kami di 2018 akan merealisasikan sebanyak 2.300 kecamatan organik kawasan pangan lestari yang tersebar di seluruh pelosok nusantara," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi saat berkunjung ke Kelompok Wanita Tani (KWT) Bunga Lestari di Kampung Panyandaan RW 01, Desa Padaasih, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Rabu (8/11/2017). Dia menjelaskan, yang dimaksud dengan kecamatan organik adalah sebuah kawasan pertanian yang bisa menjadi penyuplai nutrisi warganya. Pengolahannya tentu dengan sistem organik seperti pupuk atau pestisidanya dibuat sendiri secara organik. Khususnya di daerah-daerah yang rentan rawan pangan.

Menurutnya, konsep seperti ini sudah diterapkan di beberapa provinsi, bahkan di Jawa Barat pun ada beberapa yang sudah berhasil. Termasuk di Tegal, Yogyakarta, Kediri, dan Jambi. "Konsep ini diambil karena wilayah yang rentan rawan pangan masih tinggi, sekitar 70% dari total 2.300 kecamatan yang akan disasar program ini," ucapnya. Ketua KWT Bunga Lestari Desriyani, 25, mengatakan, konsep pertanian organik ini sudah dikembangkan di wilayahnya sejak Mei 2015 dan beranggotakan 30 orang. Hasilnya ternyata bermanfaat bagi keluarga karena dapat mencukupi kebutuhan pangan keluarga. Bahkan kalau hasil panen yang dijual ke pasar maka 20% hasilnya disisihkan untuk uang kas organisasi. "Ada 25 jenis sayur, 40 jenis tanaman obat keluarga (toga) dan lalapan yang ditanam di sini dan permintaan pasar terhadap komoditas itu cukup tinggi," terangnya.

Camat Cisarua Nani Rida Riani mengaku, sangat siap jika wilayahnya jadi percontohan kecamatan organik. Sebab program ini terbukti berhasil meningkatkan pola pangan harapan (PPH) dari asalnya di angka 80 kini menjadi 84,3. Untuk itu, dirinya sudah menginstruksikan kepala desa untuk menyediakan tanah carik untuk pengembangan, kecamatan organik ini. "Kami sudah siap untuk menuju kecamatan organik dan saat ini selain di Padaasih, juga ada tiga desa yang jadi percontohan. Yakni Desa Tugumukti, Pasirlangu, dan Cipada," sebutnya. sumber : Sindo News

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...