BKP Kementan fokus untuk pengentasan Daerah Rentan Rawan Pangan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 23 Jan, 2019

Views: 210

"Melalui berbagai kegiatan yang dilakukan, kita telah berkontribusi dan  mampu meningkatkan status ketahanan pangan 177 kabupaten menjadi lebih baik,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, dalam sambutannya pada acara  Sinkronisasi Program Kerja dan Anggaran Ketahanan Pangan Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota Wilayah Barat Tahun 2019 di Batam.


“Kita juga telah berhasil meningkatkan cadangan beras pemerintah menjadi 1,5 juta ton, sehingga ketahanan pangan kita semakin kuat,” Tambah Agung


Dalam kesempatan ini Agung  menyampaikan kilas balik terhadap capaian kinerja BKP yang didukung dinas di seluruh Indonesia.


Lebih lanjut dijelaskan Agung, untuk tahun 2019, tetap dilakukan upaya pengentasan daerah rentan rawan pangan berdasarkan peta Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) ; stabilisasi harga dan pasokan pangan; peningkatan diversifikasi pangan; pengawasan keamanan dan mutu pangan segar; analisis, kajian dan perumusan kebijakan; serta mendukung pengentasan kemiskinan (Program BEKERJA) dan penanganan permasalahan gizi (stunting).


Selain itu juga dilaksanakan kegiatan Obor Pangan Lestari (OPAL) yaitu membangun unit Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di kantor instansi pertanian seluruh Indonesia.


Menyikapi dinamika situasi ketahanan pangan yang memerlukan dukungan peningkatan produksi dan nilai tambah komoditas, dilakukan transformasi kegiatan melalui Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL) yang mengarahkan industri pangan lokal menjadi bersifat komersial.


"Pada daerah rentan rawan pangan, akan dikembangkan  Pengembangan Korporasi Usaha Tani (PKU) yang mengintegrasikan usaha tani dari hulu ke hilir,  guna memberikan nilai tambah produk bagi peningkatan pendapatan petani di lokasi daerah rentan rawan pangan," jelas Agung.


Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,  beberapa kegiatan dilakukan seperti kegiatan PUPM melalui TTI. Untuk mengefisiensikan pengelolaan pasokan dan distribusi pangan antara pemasok dan TTI, BKP telah membangun sistem informasi perdagangan elektronik Pangan Pokok dan Strategis berbasis Teknologi Informasi yaitu sistem e-commerce TTI. Sistem TTI Online akan melibatkan Gapoktan, TTI dan TTIC sebagai penghubung.


Kegiatan lain adalah mendukung peningkatan daya saing komoditas pertanian segar asal tumbuhan, dilakukan upaya penguatan kapasitas kelembagaan OKKP baik di Pusat maupun Daerah.


Upaya ini dilakukan melalui penyediaan infrastruktur yang memadai serta peningkatan kapasitas SDM, seperti Petugas Pengambil Contoh, PPNS, dan Petugas Pengawas. Juga dilakukan fasilitasi pengujian sampel dan pengawasan pangan segar asal tumbuhan (PSAT).


Dalam rangka pemantapan cadangan beras nasional, dilakukan kerja sama dengan Bulog melakukan kegiatan Serap Gabah Petani (SERGAP) yang ditargetkan 1,8 juta ton sepanjang tahun 2019. Untuk periode Januari-Maret 2019, akan diserap 1,5 juta ton beras yang difokuskan kepada 12 provinsi sentra produksi padi.


“Kita telah melakukan kerjasama dengan BULOG dan TNI untuk melakukan penyerapan gabah (SERGAP),” Ujar Agung.


Dalam acara ini juga dilakukan evaluasi kinerja pelaksanaan kegiatan dan anggaran 2018, dan  menyempurnakan strategi, implementasi dan antisipasi kegiatan 2019.


Selain Sekretaris Badan dan Kepala Pusat lingkup BKP, dalam acara ini juga hadir para Kepala Dinas, Sekretaris, PPK dan penanggung jawab kegiatan strategis ketahanan pangan pada Dinas/Unit Kerja tingkat Provinsi dari 15 provinsi dan Kepala Dinas/Unit Kerja yang menangani Ketahanan Pangan tingkat Kabupaten dari 255 kab/kota.

Berita Terkait

  • TTI Kementan Gelar Operasi Pasar Bawang Merah dan Bawang Putih Pada 46 Titik di Jakarta

    Jakarta (12/04) - Dalam rangka stabilisasi harga bahan pangan pokok, khususnya meredam harga bawang merah dan bawang putih yang cenderung meningkat sejak awal Maret lalu, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menggelar operasi pasar selama 5 hari (12 – 16 April 2019)  di beberapa titik wilayah Jakarta.

    "Operasi pasar ini perlu kami lakukan, karena melihat ada kecenderungan harga bawang merah dan bawang putih yang meningkat. Melalui operasi pasar,  diharapkan harga bisa stabil dan kembali normal," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian  (Kementan) Agung Hendriadi saat m...

  • Kepala BKP Kementan Genjot Serapan Gabah Petani Wilayah Jawa Timur

    "Kita semua mempunyai misi besar untuk mewujudkan ketahanan pangan.  Pertama dari aspek ketersediaan, kedua aspek keterjangkauan, dan ketiga adalah stabilisasi harga dan pasokan," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi saat rapat koordinasi Serap Gabah Petani (Sergap) di Kantor Subdivre Jember, Bondowoso. Selasa (9/4/2019).

    Untuk mendorong percepatan sergap, Agung yang didampingi Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Andriko Noto Susanto, berkeliling ke wilayah Jember sampai Bondowoso untuk memantau sergap dan harga yang terjadi di lapanga...

  • Menteri Pertanian Minta Bulog Cegah Anjloknya Harga Gabah

    Saat ini beberapa daerah sentra produksi beras sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil kerja kerasnya. Oleh karena itu tugas dari Pemerintah dalam hal ini Bulog agar secepatnya melakukan penyerapan agar harga tidak anjlok. Menyikapi hal tersebut, Menteri Pertanian meminta Bulog secepatnya menyerap gabah petani.

    "Harga gabah tidak boleh dibawah Rp.4.070. Itu perintah Presiden," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat panen raya padi seluas 150 hektar di desa Tambi, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu Jawa  Barat, Kamis (4/4/2019).

    Indramayu merupakan salah sat...