BKP Kementan Fokus Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 08 Nov, 2017

Views: 540

Bandung, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian akan fokus memperbaiki mutu dan mengawasi aspek keamanan pangan. Sebab, aspek mutu dan keamanan menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan ketahanan pangan.

"Kita menjadi negara yang mempunyai lompatan ketersediaan pangan di dunia untuk tahun 2015 dan 2016. Tapi dari segi mutu dan keamanan harus menjadi perhatian," kata Kepala BKP Kementan RI Agung Hendriadi, dalam acara temu Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) Pusat dan Daerah di Hotel Harris, Bandung, Jawa Barat, Rabu 8 November 2017. Dalam mempersiapkan peningkatan mutu dan pengawasan keamanan, Agung menyebutkan beberapa komponen pokok harus dipersiapkan dan diperkuat, di antaranya instrumen pengawasan yang nantinya akan dilakukan oleh OKKP.

"Baik dari aspek jumlah SDM maupun ruang lingkup yang harus kita tingkatkan," menurutnya.

Hal lain yang harus dipersiapkan dalam meningkatkan mutu dan pengawasan yaitu persoalan regulasi. Agung menyebutkan, saat ini sudah ada beberapa aturan yang menjadi payung hukum peningkatan mutu dan pengawasan keamanan pangan.

"Pertama, SNI Ketahanan Pangan sudah ada. Kemudian, UU Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan, PP 28 tahun 2004, dan Permentan 51 tahun 2008. Ini akan tingkatkan menjadi Permentan 71 tahun 2017," ucap Agung.

Agung juga menjelaskan teknis pengawasan akan dilakukan antara OKKP daerah bersama lembaga uji. Bagi pangan yang sudah memenuhi standar yang ditetapkan, akan diberikan sertifikasi yang akan dikeluarkan oleh OKKP.

"Tentunya yang hadir dalam pertemuan yang hadir tidak hanya OKKP dan OKKPD, tetapi juga dihadiri oleh labor uji," kata dia.

Berita Terkait

  • Dorong Peningkatan Ekspor, Kementan Berperan Aktif dalam Codex Internasional

    Jakarta, Rabu (26/6). Peran Indonesia dalam perdagangan komoditas pangan internasional terus ditingkatkan. Hal ini diwujudkan dengan keterlibatan aktif Kementerian Pertanian beserta Kementerian/Lembaga lainnya dalam penyusunan dan pengembangan standar, pedoman, code of practice dan rekomendasi lain terkait keamanan dan mutu pangan hasil pertanian yang berlaku secara internasional dalam wadah Codex Alimentarius Commission (CAC), atau disingkat Codex.


    Dalam Rapat Komite Nasional Codex Indonesia ke-2 tahun 2019 yang digelar di Jakarta, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertani...

  • BKP Kementan Kembangkan Korporasi Usahatani Untuk Entaskan Kemiskinan dan Kerawanan Pangan

    Kegiatan Korporasi Usahatani (PKU) yang  dikembangkan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) merupakan kegiatan strategis untuk mengentaskan kemiskinan dan kerawanan pangan.


    "Masuknya kegiatan PKU di Desa Pagerharjo ini diharapkan akan mempercepat pengentasan kemiskinan dan kerawanan pangan di pedesaan," ujar Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan  BKP, Andriko Noto Susanto di Lokasi PKU di Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta (23/06).


    Berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability ...

  • Kepala BKP Kementan : KRPL Harus Berkelanjutan!

    BALI - Untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga sejak tahun 2015 Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di seluruh Indonesia.


    "KRPL ini sangat strategis tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, tetapi juga bisa meningkatkan pendapatan rumah tangga," ujar Kepala BKP Agung Hendriadi, saat mengunjungi KRPL di Taro kecamatan Tegallalang, Gianyar Bali, Sabtu (22/6/2019).


    Lebih lanjut Agung mengatakan bahwa keberlanjutan KRPL sangat penting, karena itu Kebun Bibit Desa (KBD) harus terus dikem...