BKP Kementan Dukung Kota Gorontalo Kembangkan KRPL

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 21 Sep, 2017

Views: 163

Dengan potensi lahan pertanian hanya seluas 843 ha, dan penduduk lebih dari 1 juta jiwa, kota Gorontalo mempunyai ketergantungan tinggi dalam mencukupi kebutuhan pangan dari daerah lain. Untuk itu pertanian perkotaan menjadi solusi efektif yang perlu dikembangkan. "Pertanian Perkotaan bisa menjadi solusi mencukupi kebutuhan pangan masyarakat," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi saat menerima kunjungan kerja Walikota Gorontalo, Marten Taha beserta rombongan di Badan Ketahanan Pangan di Jakarta, Selasa (19/9/2017). Menurut Agung, program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang dikembangkan BKP di seluruh Indonesia sangat membantu ketahanan pangan keluarga. Misalnya saat harga cabe melambung tinggi. Kalau setiap rumah tangga menanam cabe di pot atau polybag, kebutuhan keluarga sudah terpenuhi. Bahkan sisanya bisa dijual, untuk menambah penghasilan keluarga. "Kita harus mengajak masyarakat mengoptimalkan lahan pekarangan yang ada. Di lahan sempit perkotaanpun kita bisa bertani dan bercocok tanam," kata Agung. Solusi lain yang harus dilakukan adalah, memantau stok ketersediaan dan harga pangan, agar bisa mencukupi kebutuhan pangan dan harganya terjangkau daya beli masyarakat. "Pemantauan stok dan harga pangan ini harus ditingkatkan pelaksanaannya, terutama menjelang Hari-Hari Besar Keagamaan Nasional, sehingga tidak terjadi kekurangan pangan dan melonjaknya harga pangan," kata Agung, yang didamping Sekretaris Badan Ketahanan Pangan, Mulyadi Hendiawan. Menurut Walikota Gorontalo, Marten Taha yang didampingi Kepala Dinas Pangan Tommy Yahya, salah satu hal yang akan dilakukan untuk menjaga stok pangan dan stabilitasi harga adalah dengan membangun Terminal Agribisnis, sebagai pusat perdagangan pangan pokok masyarakat. "Melalui Terminal Agribisnis, kami bisa mengetahui distribusi pangan yang masuk dan perkembangan harga pangan, sehingga antara stok dan kebutuhan pangan masyarakat selalu dapat terkontrol dengan baik" kata Marten Taha. Setelah diterima Agung Hendriadi, Walikota Gorontalo dan rombongan juga melakukan peninjauan langsung ke _Toko Tani Indonesia Centre (TTIC) di kawasan Pasar Minggu, dan percontohan pertanian perkotaan yang dikembangkan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) DKI Jakarta.(RS)

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...