BKP Kembangkan Korporasi Usaha Tani

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 13 Nov, 2018

Views: 212


"Pertemuan ini sangat strategis untuk mengevaluasi kegiatan BKP tahun 2018, sekaligus mengoordinasikan program dan kegiatan tahun 2019," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi saat memberikan arahan dalam Evaluasi kegiatan 2018 dan Perencanaan 2019 di Yogyakarta.


Selain itu, lanjut Agung, juga untuk mendapatkan feedback penyempurnaan kegiatan agar semakin lebih baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Dalam pertemuan yang dihadiri Kepala Dinas se Indonesia itu, Agung mengarahkan kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kinerja BKP tahun 2019.


Untuk meningkatkan kinerja Gapoktan dalam mendukung stabilisasi harga baik di tingkat produsen maupun konsumen, skema pembiayaan diarahkan untuk meningkatkan kinerja prosesing melalui bantuan peralatan dan operasional, biaya operasional untuk kemasan dan transportasi.


"Untuk KRPL, kita lanjutkan dukungan terhadap upaya penanganan permasalahan gizi (stunting), penurunan daerah rentan rawan pangan, dan kebijakan program," tegas Agung.


Sedangkan untuk meningkatkan diversifikasi pangan, akan dilakukan Pengembangan Industri Pangan Nusantara (PIPN) dengan konsep pendekatan hulu-hilir.


"Kita tingkatkan kapasitas pengelolaan Pangan Lokal menjadi skala industri dengan memberikan sentuhan pada aspek hilirisasi yang menghasilkan _intermediate product_ berupa tepung dan _end product_ berupa pangan olahannya," tambah Agung.


Lebih lanjut dijelaskan Agung,  kegiatan tersebut akan dikembangkan di 10 (sepuluh) titik dengan fokus pada 3 (tiga) komoditas Sagu, Ubikayu, dan Jagung.


"Kepan, kita akan dorong kegiatan PIPN dengan kebijakan penggunaan bahan baku lokal terhadap industri pangan olahan yang berbasis tepung impor," tegas Agung.



Pada bagian lain Agung menjelaskan, akan mengevaluasi efektifitas kegiatan KMP dalam mengentaskan wilayah rentan rawan pangan dan kemiskinan.


"KMP diupgrade dengan kegiatan hulu dan hilir yang terintegrasi untuk meningkatkan nilai tambah produk hulu yang dihasilkan dan dilaksanakan dengan pendekatan korporasi dalam wadah program/kegiatan Pengembangan Korporasi Usahatani (PKU)," ungkap Agung.


Sebelum memberikan arahan, Agung menyaksikan dan menandatangani serah terima jabatan Eselon II di lingkup BKP.


Adapun serah terima jabatan dilakukan antara Sekretaris Badan Ketahanan Pangan dari Ir. Mulyadi Hendiawan, MM kepada Dr. Ir. Riwantoro,MM dan Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan dari Dr. Ir. Riwantoro kepada Prof.Ir. Risfaheri, M.Sc yang semula menjabat sebagai Kepala Balai Besar Pasca Panen.


"Saya meminta kepada Pejabat yang baru dilantik harus meningkatkan kinerjanya. Untuk itu, saya tunggu terobosan-terobosan dan inovasinya," ujar nya.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...