BKP Gandeng PT. Pertani Perluas Jaringan Toko Tani Indonesia (TTI)

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 21 Jun, 2017

Views: 152

Jakarta, (20 Juni 2017) Setelah sebelumnya menggandeng perusahaan ojek online (GoJek), pemerintah dalam hal ini Badan Ketahan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengajak PT Pertani (Persero) mengembangkan Toko Tani Indonesia(TTI). Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Plt Kepala BKP, Spudnik Sudjono dengan Direktur Utama PT Pertani (Persero), Wahyu di TTI Center, Jakarta Selatan, Selasa (20/6). “Melalui pengembangan ekspansi TTI melalui ojek online dan kini dengan PT Pertani, saya yakin TTI bisa lebih berkembang. Apalagi sasaran kita mendekatkan produk pertanian pada konsumen. Bahkan kedepan TTI akan bersinergi dengan berbagai pihak,” kata Spudnik. Menurut dia, TTI menjadi solusi permanen untuk menekan permintaan produk pangan oleh masyarakat ke pasar retail. TTI juga memberikan kepastian harga, baik bagi petani maunpun konsumen. “Harga yang dijual TTI di bawah pasar retail. Harga rendah dengan kualitas bagus. Kualitas bagus karena kemitraan dan sinergisitas TTI dengan Gabungan Kelompok Tani,” ujar Spudnik. “Jadi perbaikan sistem tata niaga, tidak hanya di hulu, di hilir juga kita pikirkan,” tambahnya. Sebagai tindak lanjut kerjasama tersebut, PT. Pertani bernecana membangun outlet TTI di 100 titik. Di lokasi tersebut akan dbangun coldstorage untuk membantu penyimpanan produk pangan yang memerlukan penanganan khusus, seperti daging. Wahyu mengusulkan agar independen dan tidak tergantung dengan pemerintah, TTI supaya ditangani BUMN. Dengan demikian, pelaksanaanya lebih profesional dan berkiprah lebih banyak untuk kepentingan Indonesia. “Sekarang ini bagaimana merangkul BUMN untuk berperan melaksanakan bagian dari tugas TTI, pelayanan kepada konsumen dengan memotong rantai pasok. Makin banyak yang dirangkul maka makin bagus pelayanan TTI,” katanya. Tia

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...