BKP DORONG PENINGKATAN POTENSI WARISAN SISTEM PERTANIAN DAN PANGAN UNTUK KETAHANAN PANGAN

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 25 Apr, 2016

Views: 249

Bogor, 19 April 2016, Seiring dengan inisiasi global, yang dicetuskan oleh Badan Pangan Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) untuk melestarikan dan mengembangkan sumberdaya dan warisan sistem pertanian dan pangan, yang dikenal dengan istilah Globally Important Agriculture Heritage System (GIAHS), Badan Ketahanan Pangan menyelenggarakan “Workshop Warisan Sistem Pertanian dan Pangan untuk Ketahanan Pangan (GIAHS-NIAHS): Identifikasi dan Inisiasi GIAHS/NIAHS Tingkat Nasional” pada tanggal 19 s.d 20 April 2016 di Hotel Mirah Bogor, Provinsi Jawa Barat. Workshop dibuka oleh Sekretaris BKP dan diisi oleh narasumber lintas sektor yang menyampaikan paparan sebagai berikut: i) Arah Kebijakan Pengembangan GIAHS dan NIAHS di Indonesia, oleh Asisten Deputi Warisan Budaya, Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan; ii) Dukungan FAO dalam Pengembangan GIAHS dan NIAHS di Indonesia, oleh Assistant FAO Representative Indonesia; iii) Arah Kebijakan dan Dukungan Kementerian Pertanian untuk Pelestarian (Dinamis) Warisan Sistem Pertanian dan Pangan untuk Ketahanan Pangan dalam Kerangka GIAHS/NIAHS, oleh Sekretaris BKP Kementerian Pertanian; iv) Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pengusulan GIAHS ke FAO dan Pengembangan GIAHS di Kabupaten Karang Asem, Provinsi Bali, oleh Kepala Bappeda Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali; v) Identifikasi Warisan Sistem Pertanian dan Pangan di Provinsi Jawa Barat dan Komitmen Pemerintah Daerah untuk Pengembangannya, oleh Kepala Bidang Kelembagaan dan Infrastruktur Pangan BKP Daerah Provinsi Jawa Barat; dan, vi) Warisan Sistem Pertanian dan Pangan di Indonesia: Potensi dan Perkembangannya, oleh Pakar Antropologi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran. Melalui workshop ini diketahui bahwa Indonesia sedang dalam proses untuk mendapatkan sertifikasi GIAHS FAO, dengan diangkatnya potensi Tri Hita Karana (THK) dan Salak Sibetan oleh Pemda Kab. Karang Asem, Provinsi Bali. Untuk Provinsi Jawa Barat, hasil identifikasi di 10 kab/kota yang dilaksanakan oleh BKPD Provinsi Jawa Barat mengarah pada potensi sistem cadangan pangan masyarakat (lumbung pangan) yang tersebar dan mengakar di masyarakat khususnya pada masyarakat adat di Jawa Barat. Selain itu, terdapat pula salah satu potensi unggulan yang akan diangkat yaitu terasering hortikultura “Blok Panyaweuyan” di Kabupaten Majalengka. Usulan ini disambut baik oleh Kemenko PMK dan FAO Indonesia.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...