BKP DORONG PENINGKATAN POTENSI WARISAN SISTEM PERTANIAN DAN PANGAN UNTUK KETAHANAN PANGAN

Bogor, 19 April 2016, Seiring dengan inisiasi global, yang dicetuskan oleh Badan Pangan Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) untuk melestarikan dan mengembangkan sumberdaya dan warisan sistem pertanian dan pangan, yang dikenal dengan istilah Globally Important Agriculture Heritage System (GIAHS), Badan Ketahanan Pangan menyelenggarakan “Workshop Warisan Sistem Pertanian dan Pangan untuk Ketahanan Pangan (GIAHS-NIAHS): Identifikasi dan Inisiasi GIAHS/NIAHS Tingkat Nasional” pada tanggal 19 s.d 20 April 2016 di Hotel Mirah Bogor, Provinsi Jawa Barat. Workshop dibuka oleh Sekretaris BKP dan diisi oleh narasumber lintas sektor yang menyampaikan paparan sebagai berikut: i) Arah Kebijakan Pengembangan GIAHS dan NIAHS di Indonesia, oleh Asisten Deputi Warisan Budaya, Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan; ii) Dukungan FAO dalam Pengembangan GIAHS dan NIAHS di Indonesia, oleh Assistant FAO Representative Indonesia; iii) Arah Kebijakan dan Dukungan Kementerian Pertanian untuk Pelestarian (Dinamis) Warisan Sistem Pertanian dan Pangan untuk Ketahanan Pangan dalam Kerangka GIAHS/NIAHS, oleh Sekretaris BKP Kementerian Pertanian; iv) Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pengusulan GIAHS ke FAO dan Pengembangan GIAHS di Kabupaten Karang Asem, Provinsi Bali, oleh Kepala Bappeda Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali; v) Identifikasi Warisan Sistem Pertanian dan Pangan di Provinsi Jawa Barat dan Komitmen Pemerintah Daerah untuk Pengembangannya, oleh Kepala Bidang Kelembagaan dan Infrastruktur Pangan BKP Daerah Provinsi Jawa Barat; dan, vi) Warisan Sistem Pertanian dan Pangan di Indonesia: Potensi dan Perkembangannya, oleh Pakar Antropologi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran. Melalui workshop ini diketahui bahwa Indonesia sedang dalam proses untuk mendapatkan sertifikasi GIAHS FAO, dengan diangkatnya potensi Tri Hita Karana (THK) dan Salak Sibetan oleh Pemda Kab. Karang Asem, Provinsi Bali. Untuk Provinsi Jawa Barat, hasil identifikasi di 10 kab/kota yang dilaksanakan oleh BKPD Provinsi Jawa Barat mengarah pada potensi sistem cadangan pangan masyarakat (lumbung pangan) yang tersebar dan mengakar di masyarakat khususnya pada masyarakat adat di Jawa Barat. Selain itu, terdapat pula salah satu potensi unggulan yang akan diangkat yaitu terasering hortikultura “Blok Panyaweuyan” di Kabupaten Majalengka. Usulan ini disambut baik oleh Kemenko PMK dan FAO Indonesia.