BKP Berpartisipasi Aktif Pada Pertemuan APEC Food Security Week 2017

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 29 Aug, 2017

Views: 210

BKP menghadiri pertemuan APEC- High Level Policy Dialogue on Enhancing Food Security and Sustainable Agriculture (HLPD-FSSA) yang membahas isu ketahanan pangan, kaitannya dengan pemberdayaan masyarakat pedesaan dan antisipasi dampak perubahan iklim. Pertemuan dihadiri delegasi 18 ekonomi APEC, kecuali Brunei Darussalam, Hong Kong dan Malaysia, serta ADG-FAO Regional Asia Pasifik dan Direktur Eksekutif Sekretariat APEC. Pada kesempatan ini, Delegasi RI dipimpin oleh Sekretaris Badan Ketahanan Pangan mewakili Bapak Menteri Pertanian RI, dengan anggota Delegasi RI terdiri dari unsur Sekretariat Badan Ketahanan Pangan dan KBRI Hanoi. Pertemuan HLPD-FSSA ini diharapkan berkontribusi pada pencapaian SDGs, khususnya merespon dampak perubahan iklim menuju tercapainya ketahanan pangan di kawasan Asia Pasifik. Pertemuan dibuka oleh Wakil Perdana Menteri Vietnam, dilanjutkan dengan sambutan pembukaan oleh Gubernur Can Tho City, Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Vietnam, dan Direktur Eksekutif Sekretariat APEC. Selanjutnya, terdapat paparan dari ADG-FAO Asia Pasifik menekankan pada pentingnya pengoptimalan 4 (empat) pilar ketahanan pangan (ketersediaan, akses, pemanfaatan dan stabilitas pangan) dan mobilisasi pendanaan dengan melibatkan sektor swasta. Pada sesi dialog dengan tema “Food Security in Changing Environment, Indonesia menyampaikan upaya khusus yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan produktivitas dan beberapa upaya antisipasi dampak perubahan iklim diantaranya, melalui a) adaptasi dan mitigasi resiko usaha pertanian melalui penerapan asuransi pertanian; b) Pengembangan inovasi teknologi varietas unggul adaptif yang tahan terhadap kekeringan, toleransi terhadap salinitas, dan memiliki emisi gas rumah kaca yang rendah; c) Penggunaan Kalender Tanam, untuk memandu petani dalam menentukan waktu dan pola tanam; dan d) mengembangkan sistem pertanian bioindustri. Seluruh Delegasi HLPD-FSSA menyepakati Can Tho Statement beserta rencana aksinya, yaitu: a) Food Security and Climate Change Multi – Year Action Plan (MYAP) 2018 – 2020, dan b) Action Plan Rural – Urban Development to Strengthen Food Security and Quality Growth. Pembahasan Can Tho Statementtelah dilakukan melalui Forum Policy Partnership on Food Security (PPFS) pada tanggal 21-22 Agustus 2017. Dokumen ini memuat juga masukan dari working group perikanan (OFWG), bioteknologi (HLPDAB) dan peningkatan kapasitas (ATCWG), sebagaimana hasil pertemuan Joint Meeting PPFS, OFWG, ATCWG dan HLPDAB, tanggal 23 Agustus 2017. Rangkaian Food Security Week (FSW) tahun 2018 akan diselenggarakan di Port Moresby-PNG, pada tanggal 4-10 Agustus 2018, dengan tema “Enhancing Food Security through Smart, Innovative Agriculture and Fisheries”. Sebelum diselenggarakan HLPD-FSAA, pada tanggal 24 Agustus 2017, seluruh Head of Delegations (HoD)dan delegasi telah melakukan field trip ke-2 (dua) perusahaan besar yang menangani beras, yaitu Cuu Long Mekong Delta Rice Research Institute (CLRRI) dan Trung An Hi-Tech Farming Joint Stock Company.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...