Bilateral Meeting Indonesia dan Private Sector Mechanism (PSM-FAO)

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 23 Nov, 2018

Views: 588

Di sela-sela Symposium Internasional bertemakan " _Agricultural Innovation for Family Farmers : Unlocking the Potential of Agricultural Innovation to Achieve the Sustainable Development Goals" di FAO Head Quarter_, Roma, Italia,  21-23 November 2018, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi selaku Ketua Delegasi Republik Indonesia (Delri) melakukan pertemuan Bilateral dengan _Private Sector Mechanism (PSM) FAO._

Sembilan orang perwakilan sektor swasta pangan dan pertanian yang tergabung dalam PSM-FAO antara lain dari : Philipina, Belgia, USA, Swiss, Kenya, Norway, Uruguay, Vietnam dan Indonesia sangat serius mendengarkan penjelasan Agung Hendriadi.

Diskusi ini sangat menarik, karena yang menjadi topik adalah _Peran Pemuda dalam Pertanian dan Peluang Investasi di Indonesia_.

Agung Hendriadi menyampaikan bahwa pemerintah  Indonesia melalui Kementerian Pertanian mempunyai kebijakan bahwa pertanian tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi pangan semata, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurut Agung, persoalan yang sama dengan negara lain juga dihadapi oleh Indonesia,  bahwa sektor pertanian semakin ditinggalkan generasi muda.

"Hingga 70% generasi muda cenderung beralih ke sektor lain, sehingga pertanian lebih didominasi oleh yang berusia lanjut (old farmers)," jelas Agung.

Menyikapi hal tersebut, menurut Agung,   pemerintah Indonesia telah membuat Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA),  yaitu pelembagaan dari suatu komitmen negara untuk memberdayakan pemuda dan merawat identitas nusantara sebagai bangsa agraris.

"Regenerasi petani dan pemanfaatan lahan pertanian seluas-luasnya agar menjadi produktif adalah pola gerak Gempita. Para pemuda dihadirkan ke dalam pertanian yg ditunjang dengan inovasi tekhnologi pertanian untuk peningkatan produktivitas, peningkatan akses terhadap permodalan serta peningkatan kemampuan untuk melaksanakan pertanian yang berkelanjutan," kata Agung.

Bahkan, lanjut Agung, untuk menyiapkan generasi muda terjun ke sektor pertanian, Kementerian Pertanian  telah menyelenggarakan pendidikan tinggi Vokasi di 6 (enam) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan).

Sesi diskusi ini semakin menarik ketika membahas isu-isu bilateral seperti :  bagaimana mengembalikan generasi muda ke sektor pertanian,  dimana tantangannya adalah bagaimana merubah mindset generasi muda dan membuat pertanian menjadi suatu kegiatan yang menarik, serta memberikan prospek kehidupan masa depan yang baik, sehingga generasi muda mau bergerak di bidang pertanian.

Isu lain yang tidak kalah seru adalah peluang investasi di Indonesia, khususnya di sektor pertanian.

Terkait dengan peluang investasi di Indonesia, Agung menyampaikan bahwa pada dasarnya Indonesia terbuka untuk melakukan kerjasama dengan pihak swasta baik dari dalam maupun luar negeri sepanjang mempunyai visi yang sama dan saling menguntungkan untuk kedua belah pihak," kata Agung menjelaskan peluang investasi di Indonesia.

Yang lebih penting, lanjut Agung,  investasi yang dilakukan harus dapat menjadikan sektor pertanian semakin kuat, berkelanjutan, dan menjadikan petani sebagai pelaku utama pertanian (bukan objek).

"Kami harapkan investasi yang dilakukan tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi pangan, tetapi harus mampu meningkatkan kesejahteraan petani," tegas Agung.

Merespon apa yang disampaikan Agung, salah seorang anggota PSM-FAO menyatakan,  sangat tertarik dengan sistim yang ada di Indonesia yang menjadikan petani sebagai pelaku  pertanian terlihat dari kegiatan Musrenbangdes.

"Kami sangat tertarik dari penjelasan yang disampaikan Indonesia. Dan kami berminat untuk melakukan penjajakan untuk berinvestasi," ujar perwakilan dari negara USA penuh semangat.

Forum ini memberikan kesempatan kepada petani termasuk pemuda tani untuk menyampaikan ide-ide dan inovasi untuk meningkatkan akses mereka kepada teknologi, permodalan, infrastruktur dan akses.

Dan  yang lebih utama adalah bagaimana mereka bisa mengenali kebutuhan mereka sendiri dalam melaksanakan kegiatan usahatani,  serta menentukan sendiri usahatani apa yang akan mereka kembangkan.

Berita Terkait

  • TTI Kementan Gelar Operasi Pasar Bawang Merah dan Bawang Putih Pada 46 Titik di Jakarta

    Jakarta (12/04) - Dalam rangka stabilisasi harga bahan pangan pokok, khususnya meredam harga bawang merah dan bawang putih yang cenderung meningkat sejak awal Maret lalu, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menggelar operasi pasar selama 5 hari (12 – 16 April 2019)  di beberapa titik wilayah Jakarta.

    "Operasi pasar ini perlu kami lakukan, karena melihat ada kecenderungan harga bawang merah dan bawang putih yang meningkat. Melalui operasi pasar,  diharapkan harga bisa stabil dan kembali normal," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian  (Kementan) Agung Hendriadi saat m...

  • Kepala BKP Kementan Genjot Serapan Gabah Petani Wilayah Jawa Timur

    "Kita semua mempunyai misi besar untuk mewujudkan ketahanan pangan.  Pertama dari aspek ketersediaan, kedua aspek keterjangkauan, dan ketiga adalah stabilisasi harga dan pasokan," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi saat rapat koordinasi Serap Gabah Petani (Sergap) di Kantor Subdivre Jember, Bondowoso. Selasa (9/4/2019).

    Untuk mendorong percepatan sergap, Agung yang didampingi Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Andriko Noto Susanto, berkeliling ke wilayah Jember sampai Bondowoso untuk memantau sergap dan harga yang terjadi di lapanga...

  • Menteri Pertanian Minta Bulog Cegah Anjloknya Harga Gabah

    Saat ini beberapa daerah sentra produksi beras sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil kerja kerasnya. Oleh karena itu tugas dari Pemerintah dalam hal ini Bulog agar secepatnya melakukan penyerapan agar harga tidak anjlok. Menyikapi hal tersebut, Menteri Pertanian meminta Bulog secepatnya menyerap gabah petani.

    "Harga gabah tidak boleh dibawah Rp.4.070. Itu perintah Presiden," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat panen raya padi seluas 150 hektar di desa Tambi, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu Jawa  Barat, Kamis (4/4/2019).

    Indramayu merupakan salah sat...