Bhakti Sosial Memperingati Hari Krida Pertanian (HKP) Ke-43 Tahun 2015

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 19 Aug, 2015

Views: 284

Dalam rangka memperingati Hari Krida Pertanian ke-43, Kementerian Pertanian memberikan sumbangsih melalui kegiatan bakti sosial dalam bentuk  pemberian bantuan benih sayuran, pengobatan gratis, penyerahan buku bacaan, penjualan baju layak pakai dan demo pangan lokal yang dilaksanakan pada tanggal 12-14 Agustus 2015 di Desa Curug Barang, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang.

Melalui peringatan Hari Krida Pertanian, masyarakat pertanian dapat lebih termotivasi dalam menelaah upaya yang telah dilakukan dan pencapaiannya serta mengevaluasi kelemahan dan kekurangan untuk selanjutnya merumuskan langkah strategis untuk mengatasinya sehingga sektor pertanian semakin tangguh sebagai penggerak perekonomian bangsa.

Tema Hari Krida Pertanian yang ke-43 tahun 2015 adalah “Dengan Semangat Hari Krida Pertanian Kita Tingkatkan Produksi Pangan dan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Lokal Menuju Kemandirian dan Kedaulatan Pangan”.  Tema tersebut menekankan pentingnya memperkuat kemandirian pangan nasional.

Tahun ini, Kementerian Pertanian mendorong peningkatan produksi pangan melalui program upaya khusus (UPSUS) Swasembada Pangan Padi, Jagung, dan Kedelai. Selain beras juga mendorong program diversifikasi pangan. Potensi sumber bahan pangan lokal masih sangat banyak yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat di berbagai daerah sehingga perlu kita perkuat. Diversifikasi pangan merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pangan rakyat. Seperti kita ketahui bersama, ada sebagian masyarakat kita yang makanan pokoknya bukan dari beras tetapi dari pangan lain yang  diproduksi ditempatnya.

Oleh karena itu pangan lokal perlu ditingkatkan produksinya agar kebutuhan pangan mereka juga terpenuhi. Penganekaragaman pangan akan dilakukan dengan melihat potensi masing-masing daerah. Dengan diversifikasi pangan, kita dapat memanfaatkan kekayaan potensi pangan lokal, sehingga kita yakin Indonesia akan mampu memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri.

Berita Terkait

  • Dorong Peningkatan Ekspor, Kementan Berperan Aktif dalam Codex Internasional

    Jakarta, Rabu (26/6). Peran Indonesia dalam perdagangan komoditas pangan internasional terus ditingkatkan. Hal ini diwujudkan dengan keterlibatan aktif Kementerian Pertanian beserta Kementerian/Lembaga lainnya dalam penyusunan dan pengembangan standar, pedoman, code of practice dan rekomendasi lain terkait keamanan dan mutu pangan hasil pertanian yang berlaku secara internasional dalam wadah Codex Alimentarius Commission (CAC), atau disingkat Codex.


    Dalam Rapat Komite Nasional Codex Indonesia ke-2 tahun 2019 yang digelar di Jakarta, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertani...

  • BKP Kementan Kembangkan Korporasi Usahatani Untuk Entaskan Kemiskinan dan Kerawanan Pangan

    Kegiatan Korporasi Usahatani (PKU) yang  dikembangkan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) merupakan kegiatan strategis untuk mengentaskan kemiskinan dan kerawanan pangan.


    "Masuknya kegiatan PKU di Desa Pagerharjo ini diharapkan akan mempercepat pengentasan kemiskinan dan kerawanan pangan di pedesaan," ujar Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan  BKP, Andriko Noto Susanto di Lokasi PKU di Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta (23/06).


    Berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability ...

  • Kepala BKP Kementan : KRPL Harus Berkelanjutan!

    BALI - Untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga sejak tahun 2015 Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di seluruh Indonesia.


    "KRPL ini sangat strategis tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, tetapi juga bisa meningkatkan pendapatan rumah tangga," ujar Kepala BKP Agung Hendriadi, saat mengunjungi KRPL di Taro kecamatan Tegallalang, Gianyar Bali, Sabtu (22/6/2019).


    Lebih lanjut Agung mengatakan bahwa keberlanjutan KRPL sangat penting, karena itu Kebun Bibit Desa (KBD) harus terus dikem...