Berkat KRPL Ketahanan Pangan Masyarakat Meningkat

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 23 Nov, 2017

Views: 293

Yogyakarta, Dalam rentang waktu satu tahun, KWT Seruni Menoreh Indah yang terletak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta telah berhasil mengembangkan kegiatan optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang diinisiasi oleh Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian. Hal ini ditandai dengan berubahnya status Desa Sidoharjo yang sebelumnya masuk dalam kategori desarentan rawan pangan tingkat 2, saat ini status nya naik menjadi tingkat 4. Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi menyampaikan bahwa pengembangan KRPL ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan daerah rentan rawan pangan dengan mendorong masyarakat mampu memproduksi pangan nya sendiri. "Melalui KRPL diharapkan asupan gizi keluarga dapat dipenuhi dengan memgoptimalkan lahan pekarangan untuk ditanami aneka sayuran sehingga nutrisi keluarga menjadi beragam bergizi seimbang dan aman"tegasnya. "Dengan meningkatnya status gizi keluarga yang lebih baik, otomatis ketahanan pangan dan masyarakat juga semakin meningkat, sehingga dari desa yang tadinya rentan rawan pangan, statusnya akan semakin meningkat," tambah Agung. Dalam kesempatan ini, Agung mendeklarasikan Desa Sidoharjo sebagai desa pangan organik lestari, sehingga diharapkan ke depan nya apa yang telah dilakukan di desa Sidoharjo, akan lebih terjamin keberlangsugannya, bahkan terus berkembang untuk ditularkan ke desa desa lain nya. Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan D.I. Yogyakarta Arofah Noor, menegaskan bahwa dari 16 desa yang masih rentan rawan pangam, saat ini sudah turun menjadi 10 desa. "Untuk di Desa Sidoharjo ini sudah separuh warga nya mengikuti kegiatan KRPL, karena mereka sudah merasakan sendiri manfaat nya" ujarnya. Pujiwanti selaku ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) menceritakan bahwa, kegiatan pemanfaatan pekarangan dengan menanam aneka sayuran yang dilakukan bersama 20 anggota kelompok telah memberi manfaat nyata, antara lain mengurangi pengeluaran belanja membeli sayuran untuk keburuhan sehari hari, dan dapat mencukupi kebutuhan gizi keluarga. Dalam sebulan keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan sebesar 500 ribu rupiah, selain itu juga mereka sudah mengembangkan kebun bibit desa untuk keberlangsungan kegiatannya. "Dengan adanya kegiatan ini, kami menjadi lebih produktif mengolah lahan di pekarangan untuk ditanami sayuran yang hasilnya bisa dikonsumsi sendiri dan selebihnya bisa kami jual"ujarnya. Selain menanam aneka sayuran dan sumber pangan lain, mereka juga memelihara ternak ayam dan lele yang dapat memenuhi kebutuhan pangan yang beragam bergizi seimbang dan aman. Kelompok ini juga membuat 40 jenis produk olahan makanan yang sudah masuk ke toko berjejaring yakni Tomira.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...