Berkat KRPL Ketahanan Pangan Masyarakat Meningkat

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 23 Nov, 2017

Views: 249

Yogyakarta, Dalam rentang waktu satu tahun, KWT Seruni Menoreh Indah yang terletak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta telah berhasil mengembangkan kegiatan optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang diinisiasi oleh Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian. Hal ini ditandai dengan berubahnya status Desa Sidoharjo yang sebelumnya masuk dalam kategori desarentan rawan pangan tingkat 2, saat ini status nya naik menjadi tingkat 4. Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi menyampaikan bahwa pengembangan KRPL ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan daerah rentan rawan pangan dengan mendorong masyarakat mampu memproduksi pangan nya sendiri. "Melalui KRPL diharapkan asupan gizi keluarga dapat dipenuhi dengan memgoptimalkan lahan pekarangan untuk ditanami aneka sayuran sehingga nutrisi keluarga menjadi beragam bergizi seimbang dan aman"tegasnya. "Dengan meningkatnya status gizi keluarga yang lebih baik, otomatis ketahanan pangan dan masyarakat juga semakin meningkat, sehingga dari desa yang tadinya rentan rawan pangan, statusnya akan semakin meningkat," tambah Agung. Dalam kesempatan ini, Agung mendeklarasikan Desa Sidoharjo sebagai desa pangan organik lestari, sehingga diharapkan ke depan nya apa yang telah dilakukan di desa Sidoharjo, akan lebih terjamin keberlangsugannya, bahkan terus berkembang untuk ditularkan ke desa desa lain nya. Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan D.I. Yogyakarta Arofah Noor, menegaskan bahwa dari 16 desa yang masih rentan rawan pangam, saat ini sudah turun menjadi 10 desa. "Untuk di Desa Sidoharjo ini sudah separuh warga nya mengikuti kegiatan KRPL, karena mereka sudah merasakan sendiri manfaat nya" ujarnya. Pujiwanti selaku ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) menceritakan bahwa, kegiatan pemanfaatan pekarangan dengan menanam aneka sayuran yang dilakukan bersama 20 anggota kelompok telah memberi manfaat nyata, antara lain mengurangi pengeluaran belanja membeli sayuran untuk keburuhan sehari hari, dan dapat mencukupi kebutuhan gizi keluarga. Dalam sebulan keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan sebesar 500 ribu rupiah, selain itu juga mereka sudah mengembangkan kebun bibit desa untuk keberlangsungan kegiatannya. "Dengan adanya kegiatan ini, kami menjadi lebih produktif mengolah lahan di pekarangan untuk ditanami sayuran yang hasilnya bisa dikonsumsi sendiri dan selebihnya bisa kami jual"ujarnya. Selain menanam aneka sayuran dan sumber pangan lain, mereka juga memelihara ternak ayam dan lele yang dapat memenuhi kebutuhan pangan yang beragam bergizi seimbang dan aman. Kelompok ini juga membuat 40 jenis produk olahan makanan yang sudah masuk ke toko berjejaring yakni Tomira.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...