Berkat Bantuan Kementan, Panen di Subang lebih Optimal

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 08 Jan, 2018

Views: 434

Memasuki awal tahun 2018, produksi padi di Kabupaten Subang, Jawa Barat cukup berlimpah karena diberbagai tempat sejak Desember 2017 hingga memasuki Minggu I Januari 2018 selalu ada panen. "Hampir setiap hari di desa-desa wilayah Subang dilakukan panen," kata Heri Haperi Kepala UPTD Kecamatan Pabuaran saat mengunjungi lokasi panen padi bersama-sama Tim dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian di desa Pringkasep, dan desa Salam Jaya Kecamatan Pabuaran, kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (6/12/18). Sebelumnya Tim dari BKP juga menyaksikan panen di desa Bantarsari, Kecamatan Cijambe. "Dari panen yang kita saksikan ini, menunjukan bahwa hampir di beberapa Kecamatan di kabupaten Subang juga melakukan panen," tambah Heri. Beberapa lokasi panen yang sudah dilakukan antara lain adalah, minggu I desa Pringkasap 70 ha, di desa Salamjaya 70 ha, dan di desa Pabuaran 63 ha. "Setiap minggu para petani melakukan panen seluas 15 ha, bahkan pada Pada minggu ke IV diperkirakan mencapai 30 hektar, sehingga total panen seluruhnya di kecamatan Pabuaran panen bulan januari mencapai 263 ha," jelas Heri. Sementara itu, menurut Penyuluh Pertanian THL Kecamatan Pabuaran, Dedy, panen tahun ini menurutnya lebih bagus dibanding tahun sebelumnya. "Berkat bantuan Kementerian Pertanian, khususnya benih padi Ciherang, Inpari 33 dan Mekonga, produksi sekarang mampu mencapai 7 ton per hektar," ujarnya. "Padahal sebelumnya hanya sekitar 3 ton/ha," tambah Dedi yang mempunyak wilayah binaan di desa Pabuaran dan desa Kedaung, Kec Subang, Jawa Barat. Sementara itu Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Kabupaten Subang, Asep Heryana mengatakan bahwa diwilayahnya diperkirakan akan terus ada panen. "Sejak bulan Desember telah dilakukan panen di beberapa kecamatan, dan diperkirakan akan terus panen sampai bulan April 2018," kata Asep. Asep juga memastikan Kabupaten Subang setiap tahunnya mengalami surplus beras, sehingga berkontribusi cukup besar dalam penyediaan beras di provinsi Jawa Barat. "Dengan produksi sekitar 1,2 juta ton, dan setelah dikurangi untuk kebutuhan, sekitar 550 ribu ton, setiap tahunnya Subang surplus sekitar 650 ribu ton," jelas Asep Heryana. Menurut Asep Kabupaten Subang penyumbang penyediaan beras terbesar ketiga setelah Kabupaten Indramayu dan Karawang.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...