Berburu Pangan Murah di Toko Tani Indonesia (TTI)

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 19 Jun, 2017

Views: 228

Jakarta (14 Juni 2017), Memasuki minggu ke tiga bulan puasa ramadhan, masyarakat, terutama ibu-ibu di kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) masih ramai berburu bahan pangan dengan harga terjangkau. Salah satu yang menjadi objek buruan adalah Toko Tani Indonesia (TTI) yang pada hari ini (14-6) secara serentak mengelar bazar pangan murah di berbagai tempat. Beberapa tempat yang ramai dikunjungi warga adalah bazar di halaman perkantoran Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agraria dan Tata Ruang di kawasan Blok M Jakarta Selatan, PUSPOMAD di kawasan Gambir Jakarta Pusat, di Kecamatan Sukmajaya Depok, Jawa Barat dan lainnya. Dalam bazar ramadhan ini TTI menjual berbagai bahan pangan pokok strategis seperti beras, daging, bawang merah, bawang putih, cabe keriting, cabe rawit, daging ayam, telur, dan gula dibawah harga pasaran. Bazar yang dibuka sejak jam 08.00 pagi dipadati pengunjung, sehingga hanya beberapa jam berbagai bahan pangan sudah terjual habis. Bahkan Di Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Puspomad) Gambir, baru satu jam sudah terjual daging 100 kg; bw merah 50 kg dan bawang putih 100 kg. "Saya sangat senang belanja di TTI karena harganya murah dan kualitasnya juga bagus," kata ibu Nur sambil menenteng beras berlogo TTI.
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, PUSPOMAD, Ibu Ana Dedi mengatakan sangat berterimakasih dengan kehadiran TTI di bazar murah, krn bahan pangan yang dijual sangat bermanfaat bagi anggota. "Bahan pangan yang dijual selain bagus-bagus kualitasnya, harganya juga terjangkau," kata Ibu Ana Dedi. Di Kementerian Dalam Negeri, tidak kalah menariknya, ibu-ibu anggota Dharmawanita dan karyawati terlihat berbaur membeli bahan pangan di TTI. Bahkan beberapa jajaran pimpinan seperti Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Sekretaris Jenderal Kemendagri dan Ketua Dharma Wanita Kemendagri nampak terlihat dilokasi bazar. Menurut Tedi dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian yang mengawal TTI di Kemendagri, antusiasme pembeli bazar ramadhan luar biasa ramainya. " kami sampai kewalahan melayani pembeli. Hari ini terjual beras sebanyak 3,1 ton," jelasnya. "Bazar Ramadhan ini bertujuan membantu masyarakat untuk memperoleh harga pangan dengan mudah dan murah serta tetap berkualitas. Kami sangat berterimakasih TTI Kementerian Pertanian ikut tampil dibazar ini," ujar Ketua Dharma Wanita Kemendagri Ibu Ervina Yuswandi. Sedangkan bazar di Kec. Sukmajaya Depok Mendapat antusiasme warga luar biasa, sehingga stok yang dibawa TTI hanya dalam tempo 1 jam sudah ludes terjual. " Warga sangat antusias untuk berbelanja bahan pangan di TTI, sehingga dalam sekejap bahan yang kami bawa ludes terjual. Bahkan banyak warga yang tidak kebagian" kata Damanik dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menjelaskan. Camat Sukmajaya Taufan Abdulfatah yang didampingi aparat kecamatan sangat berterimakasih TTI Kementan ikut meramaikan bazar ramadhan, sehingga warga Sukmajaya dan sekitarnya dapat membeli pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Karena banyaknya masyarakat yang berminat terhadap bahan pangan yang dijual TTI, tidak sedikit warga yang memesan bahan pangan, terutama daging, beras, bawang merah dan bawang putih.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...