Beras TTI diminati Masyarakat dan Pedagang Kecil

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 23 Nov, 2017

Views: 171

Yogyakarta, Kehadiran Toko Tani Indonesia (TTI) di tempat-tempat strategis seperti di permukiman dan pinggir-pinggir jalan pertokoan maupun perumahan, sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan beras berkualitas dengan harga terjangkau. Adalah TTI Acar yang berlokasi di Jalan Hayam Wuruk Yogyakarta. Pada toko milik Benyamin Praktikno ini, selain masyarakat biasa, ternyata juga ada pedagang kecil seperti pedagang bubur ayam, soto dan warung nasi yang ada di seputar TTI menjadi pelanggannya. "Yang beli beras di toko kami macam-macam orangnya. Selain masyarakat biasa yang sudah menjadi langganan, banyak juga pedagang disekitar sini yang belanja," ujar Benyamin menjelaskan. "Di sini aja banyak yang berjualan nasi, ada juga yang jual bubur ayam, soto dan lainnya yang ke sini belanja beras," ujar Benyamin yang mengaku mampu menjual beras TTI dengan harga Rp 8000 per kilogram, sebanyak 5 kuintal setiap harinya. Menurut Benyamin, beras TTI yang dijual kualitasnya cukup bagus, sehingga banyak pedagang makanan yang menyenanginya. "Menurut pedagang makanan di sini, rasa nasinya enak, sehingga jualannya cepat habis," tambahnya. Kehadiran TTI di permukiman dan tempat-tempat strategis memang dinanti-nanti warga. Dengan adanya TTI, masyarakat bisa membeli harga beras berkualitas dengan harga terjangkau. "Kami sengaja hadirkan TTI di perkotaan agar warga tidak kesulitan mendapatkan beras berkualitas dengan harga terjangkau," kata Agung Hendriadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, saat berkunjung di TTI Acar. Menurut Agung, beras TTI lebih berkualitas karena disimpan di dalam gudang gapoktan (gabungan kelompok tani), dan baru digiling, dikemas dan dipasarkan. "Dari apa yang kita lihat di sini, jelas bahwa peran TTI ke depan sangat strategis untuk memudahkan masyarakat mendapatkan beras berkualitas dengan harga terjangkau," kata Agung. "Kualitas beras di TTI jelas lebih fresh karena baru keluar dari penggilingan yang dikirim gapoktan. Harganya terjangkau, karena kami potong rantai pasok yang panjang menjadi tiga mata rantai, yaitu gapoktan ke TTI dan TTI menjual langsung ke konsumen," tegas Agung. Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Yogyakarta, Arofah Noor Indriyani mengatakan bahwa jumlah LUPM (Lembaga Usaha Pangan Masyarakat) yang bermitra dengan TTI saat ini mencapai 10 LUPM yang memasok ke 43 TTI. "Ke depannya kami akan tambah jumlah gapoktan menjadi 10 dan TTI sebanyak 20, sehingga masyarakat bisa mengakses pangan dengan mudah, dan harganya terjangkau," kata Arofah.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...