BADAN KETAHANAN PANGAN KEMENTAN SELENGGARAKAN BIMTEK PUPM WILAYAH I

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 14 Apr, 2016

Views: 245

Bandung, Jawa Barat 11 April 2016, Dalam rangka mempersiapkan kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM), Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Gapoktan dan Pedamping untuk Wilayah I meliputi Jawa, Sumatera dan Kalimantan pada tanggal 11-15 April 2016 di Bandung, Jawa Barat. Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai peranan Gapoktan dan pendamping dalam kegiatan PUPM. Kegiatan Bimtek ini dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dan dihadiri Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat, Pejabat Eselon II dan III lingkup Badan Ketahanan Pangan Kementan, aparat pendamping satker Badan Ketahanan Pangan wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan beserta Gapoktan dan Pendamping kegiatan PUPM. Dalam sambutan Kepala Badan Ketahanan Pangan menjelaskan bahwa kegiatan PUPM merupakan upaya pemerintah untuk menjaga harga dan pasokan pangan di tingkat konsumen dan memotong rantai pasokan pangan. “Dengan begitu, petani akan untung dan masyarakat dapat membeli pangan dengan harga murah. Dikatakan juga “untuk menjaga harga dan pasokan pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, mengalokasikan dana dekonsentrasi untuk kegiatan PUPM kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang melaksanakan urusan di bidang ketahanan pangan Provinsi. Bantuan pemerintah ini diberikan kepada Gapoktan digunakan untuk penguatan modal Gapoktan untuk pembelian gabah/komoditas lainnya dan bantuan operasional berupa subsidi transportasi, sortasi, kemasan, dan sebagainya. Pada tahun ini kegiatan PUPM melalui TTI ditargetkan sebanyak 500 Gapoktan/LUPM yang tersebar di 1.000 TTI di 33 provinsi. Dengan diselenggarakan Bimtek ini diharapkan Gapoktan dapat mengelola dan memanfaatkan dana bantuan pemerintah dengan baik, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, serta mampu membuat laporan pembukuan yang tertib administrasi.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...