Badan Ketahanan Pangan dan WFP Tingkatkan Kerjasama Atasi Kemiskinan dan Kerawanan Pangan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 07 Sep, 2017

Views: 277

Untuk memantapkan kerja sama yang telah dibangun antara Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dengan World Food Programme (WFP), Kepala BKP, Dr. Agung Hendriadi didampingi Sekretaris Badan Ketahanan Pangan, Ir. Mulyadi Hendiawan dan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Benny Rachman telah menerima kunjungan Direktur WFP untuk Indonesia, Ms. Anthea (5-9). Pertemuan tersebut membahas kerja sama yang telah dibangun sejak tahun 2002 dan memantapkan langkah kerja sama ke depan. Dalam kesempatan tersebut, Ms. Anthea Webb menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng sebagai Kepala BKP. Selanjutnya WFP juga mengapresiasi komitmen BKP untuk terus mengembangkan Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas–FSVA). Keberadaan FSVA saat ini telah menjadi dasar bagi Kementerian/Lembaga seperti Kemendes, Kemensos, Kemenkes dan Kemendikbud sebagai dasar penentuan lokasi program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk pengentasan kemiskinan, penanganan rawan pangan. Secara global, FSVA Indonesia telah menjadi best practices dalam pengembangan FSVA bagi negara lain, diantaranya Kamboja dan Srilanka. Negara lain yang pernah ke Indonesia untuk mendalami FSVA adalah Filipina dan Afganistan. Aktivitas kerja sama yang intensif antara BKP dan WFP mencakup pengembangan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKP) dan penyusunan Buletin Pemantauan Ketahanan Pangan. Buletin tersebut khususnya dilakukan dengan kerja sama intensif antara BKP, BMKG, WFP, FAO, BNPB, LAPAN, dan BPS. Direktur WFP juga mendukung terhadap upaya Gerakan Diversifikasi Konsumsi Pangan yang menjadi mandat BKP. Hal ini selaras dengan komitmen WFP untuk mendukung promosi konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang dan aman (balanced diet). Kepala BKP, Dr. Agung Hendriadi menyambut baik kerja sama yang sudah dijalin selama ini, dan kedepannya akan ditandatangani kerja sama periode 2017 -2020, sehingga WFP dapat lebih intensif dalam pelaksanaan capacity building dengan melibatkan pakar baik lokal maupunn internasional, demi memantapkan pembangunan ketahanan pangan nasional. Kepala BKP juga mengatakan bahwa, hasil survey FSVA akan dijadikan basis penyusunan program BKP khususnya untuk pengentasan darerah rawan rentan pangan sesuai semangat tahun ke 3 Pemerintahan Jokowi-JK dalam hal pemerataan perteumbuhan.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...