Badan Ketahanan Pangan Cek Pasokan Cabai di Ciamis

Ciamis - Melonjaknya harga komoditas cabai di pasar akibat minimnya pasokan dari produsen. Sehingga perlu ada langkah dari pemerintah untuk memastikan ketersediaan cabai untuk para pedagang.

Berkaitan hal itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Gardjita Budi melakukan tinjauan langsung ke gabungan kelompok tani (Gapoktan) cabai di Desa Cibeurem, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis.

Dalam kunjungannya, Budi mendatangi lahan garapan Poktan Gunung Sari di Dusun Cimara dan Poktan Cinta Mekar di Dusun Nusasireun. Mengenakan kemeja abu-abu dan celana jeans, Budi berinteraksi dengan para petani.

Poktan Gunung Sari memiliki 30 hektar lahan garapan yang ditanam berbagai macam komoditas khususnya cabai. Sekitar 30 persen lahan yang digunakan untuk menanam cabai rawit yang saat ini sedang mahal di pasaran.

"Petani sini cukup proporsional, karena 30% lahan dipakai untuk cabai rawit. Mereka (petani) cerdas, karena melihat kebutuhan pasar," ungkap dia.

Kondisi yang sama juga dilakukan, para poktan Cinta Mekar yang memanfaatkan 30% lahan seluas 10 hektar untuk ditanam cabai rawit. Hasil produksi cabai rawit itu lalu di kirim ke Jakarta dan Bandung.

"Hasil dari kedua poktan itu cukup besar. Dalam waktu dekat ini mereka akan panen, mudah-mudahan pasokan di pasaran kembali berlimpah," kata Budi.

"Beberapa daerah juga akan panen (cabai). Saya yakin satu atau dua minggu ini harga bisa berubah (normal)," menambahkan.

Menurutnya fenomena fluktuasi harga cabai di pasaran ini penting untuk disikapi oleh pemerintah. Salah satunya mendorong produksi para petani agar ketersediaan komoditas terus terjaga.

"Dalam periode panen memang ada musim yang hasil produksi akan minim. Saat ini pemerintah sedang berupaya mengembangkan teknologi yang bisa membuat musim (produksi minim), tetapi ketersediaan tetap terjaga," ujar Budi. Sumber: http://finance.detik.com/