Badan Ketahanan Pangan Cek Pasokan Cabai di Ciamis

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 23 Jan, 2017

Views: 133

Ciamis - Melonjaknya harga komoditas cabai di pasar akibat minimnya pasokan dari produsen. Sehingga perlu ada langkah dari pemerintah untuk memastikan ketersediaan cabai untuk para pedagang.

Berkaitan hal itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Gardjita Budi melakukan tinjauan langsung ke gabungan kelompok tani (Gapoktan) cabai di Desa Cibeurem, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis.

Dalam kunjungannya, Budi mendatangi lahan garapan Poktan Gunung Sari di Dusun Cimara dan Poktan Cinta Mekar di Dusun Nusasireun. Mengenakan kemeja abu-abu dan celana jeans, Budi berinteraksi dengan para petani.

Poktan Gunung Sari memiliki 30 hektar lahan garapan yang ditanam berbagai macam komoditas khususnya cabai. Sekitar 30 persen lahan yang digunakan untuk menanam cabai rawit yang saat ini sedang mahal di pasaran.

"Petani sini cukup proporsional, karena 30% lahan dipakai untuk cabai rawit. Mereka (petani) cerdas, karena melihat kebutuhan pasar," ungkap dia.

Kondisi yang sama juga dilakukan, para poktan Cinta Mekar yang memanfaatkan 30% lahan seluas 10 hektar untuk ditanam cabai rawit. Hasil produksi cabai rawit itu lalu di kirim ke Jakarta dan Bandung.

"Hasil dari kedua poktan itu cukup besar. Dalam waktu dekat ini mereka akan panen, mudah-mudahan pasokan di pasaran kembali berlimpah," kata Budi.

"Beberapa daerah juga akan panen (cabai). Saya yakin satu atau dua minggu ini harga bisa berubah (normal)," menambahkan.

Menurutnya fenomena fluktuasi harga cabai di pasaran ini penting untuk disikapi oleh pemerintah. Salah satunya mendorong produksi para petani agar ketersediaan komoditas terus terjaga.

"Dalam periode panen memang ada musim yang hasil produksi akan minim. Saat ini pemerintah sedang berupaya mengembangkan teknologi yang bisa membuat musim (produksi minim), tetapi ketersediaan tetap terjaga," ujar Budi. Sumber: http://finance.detik.com/

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...