The Arab Gulf Programme for Development (AGFUND) Tahun 2012

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 16 Jul, 2013

Views: 179

Kabar menggembirakan datang dari Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian. Kali ini bukan masalah ketahanan pangan-nya, namun keberhasilan salah satu programnya, yaitu “Desa Mandiri Pangan”yang memenangkan perlombaan tingkat internasional dari “The Arab Gulf Programme for Development “(AGFUND)Tahun 2012.

Kepastian informasi ini didapat berdasarkan surat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia Riyadh Kingdom of Saudi Arabia Nomor: B-0726/RIYADH/130417, tanggal 14 April 2013, perihal Penyampaian Surat dari Executive Director The Arab Gulf Programme for Development (AGFUND), yang menyampaikan bahwa Desa Mandiri Pangan (The Village Food Resilience Program) telah ditetapkan sebagai pemenang AGFUND PRIZES 2012 oleh Committee of AGFUND International Prizes for Pioneering Human Development Project dalam rapat tanggal 26 Februari 2013 di Manila-Philipina, kategori ke-3 “Governmental efforts in adoption of pioneering programs, polices and best practices to achieve food security for the poor”.

Perlombaan ini diikuti oleh 53 peserta, di 37 negara, dari 4 benua, dengan jumlah kategori yang diperlombakan sebanyak 3 jenis:

  1. Kategori 1:Penghargaan ini diberikan kepada proyek-proyek yang dilaksanakan oleh PBB, organisasi internasional dan regional yang pelaksanaannya mendukung kebijakan nasional negara berkembang untuk ketahanan pangan berkelanjutan, dimenangkan oleh program Gambia is Good (GiG). Proyek ini dilaksanakan oleh organisasi Concern Universal (CU) di Gambia.
  2. Kategori 2:Penghargaan ini diberikan pada LSMNasional yang melakukan program pengembangan ketrampilan dan kemampuan pada masyarakat miskin yang mengalami rawan pangan, dimenangkan oleh programPeningkatan Air Irigasi. Proyek ini dilaksanakan oleh Development of Humane Action foundation (DHAN) di India.
  3. Kategori 3:Penghargaan ini diberikan untuk program-program yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah di bidang adopsi program perintis, kebijakan dan pelaksana terbaik untuk mencapai ketahanan pangan bagi masyarakat miskin, dimenangkan oleh Program Desa Mandiri Pangan. Proyek ini dilaksanakan oleh Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, Indonesia.

Kriteria Pemenang Penghargaan Agfund Prize didasarkan pada 10 kriteria: (1) Inovatif, misi, nilai-nilai, tujuan dan tema; (2) Kontribusi desain program untuk manajemen yang efisien dan efektif; (3) Tingkat relevansi tujuan program dengan tema penghargaan; (4) Dampak program, jenis layanan terhadap akses ke penerima manfaat program; (5) Partisipasi penerima manfaat dalam proses perencanaan dan persiapan proyek; (6) Program adaptasi/replikasi ke daerah lain; (7) Efisiensi pengelolaan keuangan dan pemanfaatan sumber daya dan ketepatan waktu pelaksanaan; (8) Pemenuhan tujuan proyek; (9) Keberlanjutan program, manfaat dan jasa; dan (10) Lingkungan dan dampak sosial.

Atas keberhasilan ini, Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian berhak mendapatkan hadiah sebesar USS 100,000 (atau sekitar Rp1.000.000.000,-) dari panitia AGFUND PRIZE 2012. Keberhasilan yang telah dicapai ini tidak terlepas dari bimbingan dan arahan Bapak Menteri Pertanian, Gubernur, Bupati/Walikota, Kepala Badan/Dinas/Kantor/Unit Kerja  Ketahahanan Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan kegiatan Desa Mandiri Pangan.

 Keanggotaan Panitia penghargaan  terdiri dari :

  1. Mercedes Menafrar De Batly, Former First Lady of Uruguay, President of the All for Uruguay Foundation and Honorary President of a number of development and social organizations in Uruguay;
  2. Baroness Emma Nicholson Winterbourne MP, Member of the British Parliament, Founder and Chairman of the AMAR International Charitable Foundation;
  3. Dr Ahmed Mohammed Ali, President of Islamic Development Bank (IDB);
  4. Profesor Muhammad Yunus, Founder of Grameen Bank dan Sharman, Yunus Centre;
  5. Dr Y Sayyid Abdulai, Former Director General of the OPEC Fund for International Development.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...