Apresiasi Pendamping P2KP Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2015 Wilayah I

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 03 Mar, 2015

Views: 125

Apresiasi Pendamping P2KP tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2015 dilaksanakan di Bogor pada tanggal 26 Februari – 1 Maret 2015. Kegiatan apresiasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan para pendamping P2KP, dan sekaligus bertukar pengalaman mengenai kegiatan P2KP yang selama ini telah dilaksanakan.

Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2009 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43/Permentan/ OT.140/10/2009 untuk mendorong upaya percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis kearifan lokal serta kerja sama terintegrasi antara Pemerintah, Pemerintah Daerah dan masyarakat.

Sebagai bentuk keberlanjutan program P2KP berbasis sumber daya lokal yang telah dilakukan sejak tahun 2010, maka pada tahun 2015, program P2KP diimplementasikan melalui kegiatan: (1) Optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL); (2) Model Pengembangan Pangan Pokok Lokal (MP3L), dan (3) Sosialisasi dan promosi penganekaragaman konsumsi pangan.

Melalui kegiatan apresiasi ini, keberagaman ilmu yang diberikan oleh para narasumber diharapkan dapat membuka dan memperkaya wawasan serta meningkatkan keterampilan seluruh peserta dalam melaksanakan Kegiatan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) di lapangan. Penekanan materi apresiasi tidak hanya berorientasi pada aplikasi penerapan from farm to table tetapi juga from farm to market. Artinya tidak hanya sebatas untuk pemenuhan konsumsi pangan keluarga tetapi juga memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga. Selain itu juga tidak hanya menitikberatkan pada aspek budidaya, tetapi juga aspek pemenuhan gizi seimbang. 

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...