Apel Siaga Toko Tani Indonesia (TTI) Jelang Puasa dan Idul Fitri

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 20 Apr, 2017

Views: 218

Karawang, Jawa Barat, Kementerian Pertanian melaksanakan kegiatan Apel Siaga Toko Tani Indonesia (TTI) Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Idul Fitri Tahun 2017 pada tanggal 18 April 2017, berlokasi di penggilingan Gapoktan Sri Tani, Dusun Pasar, RT 01/ RW 01 Desa Kampung Sawah, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Apel Siaga dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman didampingi oleh Menteri Perdagangan (Enggartiasto Lukito), dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) (Eko Putro Sanjaya), dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. Apel Siaga diikuti oleh Wakil Bupati Karawang, Wakapolda Provinsi Jawa Barat, Direktur Pengadaan Bulog, Aster KASAD, Eselon I Lingkup Kementerian Pertanian, Tim Penggerak PKK Kabupaten Karawang, Pendamping Gapoktan dari Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Banten dan DKI Jakarta, PT. Gojek Indonesia dan masyarakat. Tujuan diadakannya kegiatan apel siaga adalah untuk menggerakkan TTI sebagai langkah konkret dalam menyediakan pangan murah bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi HBKN Puasa dan Idul Fitri 2017. Keberadaan TTI sangat strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, karena harga bahan pangan di TTI jauh lebih murah dibanding harga pasar. Misalnya beras hanya Rp 7.900/kg dan berlaku diseluruh TTI, jauh dari harga pasar sekitar Rp 8.500/kg s/d Rp 9.500/kg. Begitu juga komoditas lain, yang dijual di TTI seperti bawang merah, cabai, daging sapi, daging ayam, telur ayam, minyak goreng, terigu dan lainnya. Hal ini tentunya sangat membantu masyarakat, khususnya Ibu-Ibu dalam memenuhi kebutuhan pangan yang murah, karena bisa menghemat pengeluaran selama Puasa dan lebaran mendatang. Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertanian menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian tidak dapat berdiri sendiri menyelesaikan permasalahan pangan di Indonesia. Kementerian Pertanian terus bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat termasuk dengan kementerian lain dalam meningkatkan produktivitas pertanian mulai dari hulu hingga pasca panen. Ada embung yang merupakan kerja sama Kementerian Pertanian dengan Kementerian Desa dan PDTT. Rencana nantinya akan dibangun 30.000 embung yang dapat mengairi 4 juta hektar lahan pertanian. Bersama dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian menjaga stabilitas harga bahan pokok di tingkat konsumen antara lain dengan program TTI. Dalam acara ini Menteri Pertanian Amran Sulaiman secara simbolis pengiriman perdana 110 ton yang berasal dari Gapoktan di Provinsi Jawa Barat dan Lampung untuk TTI Jabodetabek. Pasokan bahan pangan akan dilakukan kontinyu oleh 406 Gapoktan (tidak hanya beras tetapi termasuk bawang merah dan cabai) dari 7 provinsi (Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Lampung, Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Barat) ke 1.000 TTI di wilayah Jabodetabek. Selain itu, Menteri Pertanian juga melakukan pelepasan 573 pendamping gapoktan dan TTI. Dalam acara ini hadir juga PT. Gojek Indonesia untuk mendistribusikan pangan dari TTI ke konsumen dan PT. Bumi Pangan Digdaya (BPD Agro) yang melakukan kemitraan untuk penyedia logistic dan pendistribusian pangan pokok ke TTI di Jabodetabek. TTI sudah dikembangkan sejak tahun 2016 dengan 1.320 unit di 32 provinsi. Tahun 2017 ditargetkan 1.000 TTI yang fokus di wilayah Jabodetabek, wilayah yang sering mengalami gangguan pasokan maupun harga pangan pokok/strategis. Pasokan ini tidak hanya selama HBKN, tapi akan dilaksanakan sampai akhir tahun dan terus berkelanjutan. Kementerian Pertanian telah menghitung kondisi ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok/strategis selama HBKN, produksi/ketersediaan bahan pangan cukup dan aman, distribusi merata ke semua wilayah, serta harga yang terjangkau. Khusus daging sapi, antisipasi penyediaan antara lain stok daging sapi/kerbau impor di BULOG sekitar 40 ribu ton, stok daging sapi impor di importir sekitar 15 ribu ton, stok sapi siap potong di feedloter sekitar 14 ribu ekor atau setara 22 ribu ton, dan lainnya, sehingga saat HBKN ketersediaan bahan dan harga pangan diharapkan aman dan terkendali. Pada kesempatan terssebut, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito menyampaikan bahwa sesuai arahan Bapak Presiden untuk menyerap seluruh hasil panen yang dihasilkan oleh petani agar dapat medukung stabilisasi harga. Kementerian Perdagangan mendukung penuh kebijakan yang diterapkan oleh Kementerian Pertanian. Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan kebijakan pengendalian harga di tingkat eceran. Kementerian Perdagangan telah menetapkan harga eceran terendah dan harga eceran tertinggi untuk beberapa komoditas yang dianggap selama ini bergejolak selama ramadhan dan Idul Fitri. "Gula Pasir, HET (Harga Eceran Tertinggi) gula Rp 12.500/kg. Jika ada yang menjual lebih (harganya), laporkan. Seluruh distributor dan agen wajib terdaftar dan melaporkan stoknya, jangan pernah melakukan penimbunan. Minyak goreng kemasan sederhana Rp 11.000/kg di pasar ritel. Daging beku maksimal Rp 80.000/kg". Juga disampaikan stok komoditas pangan untuk menjelang HBKN Puasa dan Idul Fitri cukup dan aman khususnya stok beras aman bahkan kekurangan gudang untuk menampungnya. Kementerian Perdagangan RI berani menawarkan ke negara tetangga untuk impor beras dari Indonesia. Menteri Pertanian bersama dengan Menteri Perdagangan telah melakukan Operasi Mendadak (sidak) ke 3 pasar tradisional di Jakarta, yaitu Pasar Senen, Pasar Rawamangun dan Pasar Induk Beras Cibinang pada tanggal 13 April 2017 untuk memastikan keadaan stok semua bahan pangan menjelang ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri aman. Menteri Desa PDTT menyampaikan alokasi anggaran dari pusat ke desa-desa ikut mendorong menggeliatnya pertanian saat ini. Sesuai dengan visi pemerintahan Jokowi yang menginginkan pembangunan dari pinggir dan tidak tercentral di pusat, pemerintah terus menggelontorkan dana desa yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Ditambah lagi sekitar 82% desa hidup dari sektor pertanian. Anggaran dana desa terus meningkat tiap tahunnya mulai di tahun 2015 dianggarkan 20,8 triliyun, kemudian 2016 menjadi 46,8 triliyun, sekarang di tahun 2017 sebanyak 60 triliyun, bahkan di tahun 2018 nanti direncanakan alokasi mencapai 120 triliyun. Dari dana tersebut dianggarkan juga untuk pembangunan embung.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...