3rd Symposium for Sustainable Development bersama IPB

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 14 Nov, 2017

Views: 136

Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Ir. Tri Agustin Satriani, MM mewakili Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian hadir sebagai key note speaker dalam acara 3th Symposium for Sustainable Development yang diselenggarakan oleh Departemen Landskap Institut Pertanian Bogor (IPB) di IICC Bogor pada 14 November 2017. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa pertanian perkotaan atau urban farming merupakan kegiatan yang sangat positif dan membawa banyak manfaat khususnya bagi ibu-ibu dalam mendekatkan pangan terhadap keluarga sekaligus memenuhi kebutuhan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA). Oleh sebab itu, pemerintah sangat mendukung kegiatan seperti ini sehingga dapat terwujudnya generasi yang sehat. Begitu pula dengan program aksi pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang telah dilaksanakan oleh BKP Kementerian Pertanian sejak tahun 2009 dimana pemerintah memberikan bantuan dan pembinaan kepada kelompok masyarakat khususnya kelompok wanita tani dan dasa wisma untuk mengoptimalkan manfaat pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga. Bantuan diberikan dalam bentuk kebun bibit dan demplot sehingga dapat menyokong kegiatan ini secara berkelanjutan. Tidak hanya itu, bantuan juga diberikan kepada sekolah dasar (SD) untuk membangun kebun bibit dan pekarangannya sehingga anak dapat belajar untuk mencintai pertanian dan meningkatkan pengetahuan akan konsumsi pangan lokal. Symposium ini merupakan acara ketiga yang diselenggarakan oleh Departemen Landskap IPB dimana para pembicara yang hadir bukan hanya berasal dari Indonesia, melainkan juga negara asing seperti Jepang, Jerman, dan Belanda. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat ditemukan model pemanfaatan pekarangan yang optimal dan berkelanjutan. Kedepan, kegiatan optimalisasi pemanfaatan pekarangan dan diversifikasi konsumsi pangan akan semakin digalakan bahkan hingga kelompok masyarakat yang lebih besar lagi seperti pondok pesantren maupun lembaga keagamaan lainnya . Diharapkan model urban farming dapat dikembangkan oleh generasi muda sehingga menjadi gaya hidup sebagaimana adanya tren urbanisasi atau perpindahan masyarakat dari desa ke perkotaan.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...