INFO HARGA

Pasar Lenteng Agung, Jaksel; Beras Medium Rp11.000/Kg, Bawang Merah Rp22.000/Kg, Bawang Putih Bonggol Rp26.000/kg, Bawang Putih Kating Rp28.000/kg, Cabai Merah Keriting Rp43.000/Kg, Cabai Rawit Merah Rp45.000/kg, Daging Sapi Murni Rp120.000/Kg, Daging Ayam Ras Rp36.000/Kg, Telur Ayam Ras Rp23.000/Kg, Gula Pasir Lokal Rp14.000/Kg, Minyak Goreng Curah Rp13.000/Kg. Pasar Tomang Barat, Jakbar; Beras Medium Rp12.000/Kg, Bawang Merah Rp28.000/Kg, Bawang Putih Bonggol Rp25.000/kg, Bawang Putih Kating Rp28.000/kg, Cabai Merah Keriting Rp45.000/Kg, Cabai Rawit Merah Rp60.000/kg, Daging Sapi Murni Rp120.000/Kg, Daging Ayam Ras Rp30.000/Kg, Telur Ayam Ras Rp27.000/Kg, Gula Pasir Lokal Rp12.500/Kg, Minyak Goreng Curah Rp13.000/Kg. Pasar Cempaka Putih, Jakpus; Beras Medium Rp10.000/Kg, Bawang Merah Rp24.000/Kg, Bawang Putih Bonggol Rp25.000/kg, Bawang Putih Kating Rp28.000/kg, Cabai Merah Keriting Rp45.000/Kg, Cabai Rawit Merah Rp50.000/kg, Daging Sapi Murni Rp120.000/Kg, Daging Ayam Ras Rp30.000/Kg, Telur Ayam Ras Rp25.000/Kg, Gula Pasir Lokal Rp14.000/Kg, Minyak Goreng Curah Rp13.000/Kg. Pasar Deppok Jaya, Kota Depok; Beras Medium Rp11.000/Kg, Bawang Merah Rp26.000/Kg, Bawang Putih Bonggol Rp25.000/kg, Bawang Putih Kating Rp35.000/kg, Cabai Merah Keriting Rp50.000/Kg, Cabai Rawit Merah Rp60.000/kg, Daging Sapi Murni Rp120.000/Kg, Daging Ayam Ras Rp45.000/Kg, Telur Ayam Ras Rp26.000/Kg, Gula Pasir Lokal Rp15.000/Kg, Minyak Goreng Curah Rp12.000/Kg. Info Harga Pangan, Kamis 18 Januari 2018:
Kamis, 28 September 2017 - 19:51:34 WIB
Kenya Studi Banding Ketahanan Pangan di Jawa Barat
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Artikel/Teknologi - Dibaca: 326 kali

Jawa Barat memang menarik perhatian tidak hanya dalam lingkup nasional. Pihak luar negeri  pun mengakui dan mengenal potensi yang ada di alam Parahyangan ini.  Daya tarik tersebut membuat pemerintah Kenya mengirimkan sejumlah delegasi  untuk melakukan studi banding dalam hal  ketahanan pangan dari Jawa Barat, karena mereka menilai sistem desentralisasi di Indonesia terutama di Jawa barat dalam mengelola potensinya layak untuk dipelajari  oleh pemerintahan Kenya. 'Mereka ingin belajar sistem desentralisasi di Indonesia, delegasi Kenya memandang struktur pemerintahan Indonesia memiliki kemiripan dengan pemerintahan Kenya dan mereka melihat di Indonesia telah terorganisir dengan baik,' ujar Pelaksana Bagian Perencanaan Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, Rein Suadamara, saat mendampingi delegasi Kenya saat berkunjung ke Rumah Sakit Hewan Cikole, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (27/9).

Dalam kegiatan dalam rangka studi banding ini, delegasi dari Kementerian Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kenya itu berdiskusi dan berkunjung ke balai-balai di bawah Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat. Dalam diskusi  delegasi dari Kenya bertatap muka langsung dengan Kepala Rumah Sakit Hewan Cikole Indriantari, Kepala Balai Pengujian Mutu Pakan Ternak Indriaty, dan Kepala Balai Otoritas Kompeten Ketahanan Pangan Daerah Rudi Permana. Menurunya, mereka ingin mengetahui bagaimana pembagian tugas dan pendelegasian kewenangan di Indonesia. Salah satu fokus perhatian dari sistem desentralisasi yang mereka pelajari adalah ketahanan pangan.

Dalam siaran pers yang diterima Republika, Ketua delegasi Kenya, Hamisi Williams, menyatakan, pihaknya berkunjung ke dua negara di tiga benua untuk belajar soal sistem desentralisasi dan ketahanan pangan. Indonesia adalah salah satu dari dua negara yang dikunjungi di Asia. Menurutnya, desentralisasi Indonesia sudah berjalan dan sudah mengimplementasikannya dengan baik. Dari diskusi yang digelar di RS Hewan Cikole dengan beberapa kepala balai di bawah Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, ia menilai sistem tersebut mampu menjaga ketahanan pangan, antara lain mendistribusikan sumber daya alam hingga ke desa-desa.
 
Itulah salah satu aspek yang menarik bagi delegasi Kenya sehingga pihaknya memilih Indonesia dibandingkan negara ASEAN lainnya. "Desentralisasi Indonesia sudah berjalan baik, mulai dari pusat, provinsi, dan daerah. Sementara konstitusi kami tentang desentralisasi baru berjalan lima tahun. Banyak yang harus kami pelajari dari Indonesia," ujarnya. sumber : republika.co.id




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)