INFO HARGA

Pasar Lenteng Agung, Jaksel; Beras Medium Rp11.000/Kg, Bawang Merah Rp22.000/Kg, Bawang Putih Bonggol Rp26.000/kg, Bawang Putih Kating Rp28.000/kg, Cabai Merah Keriting Rp43.000/Kg, Cabai Rawit Merah Rp45.000/kg, Daging Sapi Murni Rp120.000/Kg, Daging Ayam Ras Rp36.000/Kg, Telur Ayam Ras Rp23.000/Kg, Gula Pasir Lokal Rp14.000/Kg, Minyak Goreng Curah Rp13.000/Kg. Pasar Tomang Barat, Jakbar; Beras Medium Rp12.000/Kg, Bawang Merah Rp28.000/Kg, Bawang Putih Bonggol Rp25.000/kg, Bawang Putih Kating Rp28.000/kg, Cabai Merah Keriting Rp45.000/Kg, Cabai Rawit Merah Rp60.000/kg, Daging Sapi Murni Rp120.000/Kg, Daging Ayam Ras Rp30.000/Kg, Telur Ayam Ras Rp27.000/Kg, Gula Pasir Lokal Rp12.500/Kg, Minyak Goreng Curah Rp13.000/Kg. Pasar Cempaka Putih, Jakpus; Beras Medium Rp10.000/Kg, Bawang Merah Rp24.000/Kg, Bawang Putih Bonggol Rp25.000/kg, Bawang Putih Kating Rp28.000/kg, Cabai Merah Keriting Rp45.000/Kg, Cabai Rawit Merah Rp50.000/kg, Daging Sapi Murni Rp120.000/Kg, Daging Ayam Ras Rp30.000/Kg, Telur Ayam Ras Rp25.000/Kg, Gula Pasir Lokal Rp14.000/Kg, Minyak Goreng Curah Rp13.000/Kg. Pasar Deppok Jaya, Kota Depok; Beras Medium Rp11.000/Kg, Bawang Merah Rp26.000/Kg, Bawang Putih Bonggol Rp25.000/kg, Bawang Putih Kating Rp35.000/kg, Cabai Merah Keriting Rp50.000/Kg, Cabai Rawit Merah Rp60.000/kg, Daging Sapi Murni Rp120.000/Kg, Daging Ayam Ras Rp45.000/Kg, Telur Ayam Ras Rp26.000/Kg, Gula Pasir Lokal Rp15.000/Kg, Minyak Goreng Curah Rp12.000/Kg. Info Harga Pangan, Kamis 18 Januari 2018:
Kamis, 14 September 2017 - 04:45:00 WIB
Rapat Koordinasi Teknis Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM)
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Utama - Dibaca: 276 kali

Kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarkat (PUPM) merupakan salah satu kegiatan prioritas Badan Ketahanan Pangan dalam upaya untuk: (1) menjaga harga di tingkat produsen dan konsumen; (2) memotong rantai pasok; (3) mempermudah aksesbilitas harga pangan di tingkat konsumen; (4) mengurangi keuntungan pedagang perantara; dan (5) merubah struktur pasar.

Kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) melalui Toko Tani Indonesia (TTI) mulai berjalan sejak tahun 2016 dengan dukungan dana APBN melalui dana dekonsentrasi kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang melaksanakan urusan di bidang ketahanan pangan Provinsi.  Sampai dengan 11 September 2017, telah terbentuk 899 Gapoktan dan 2.902 TTI yang tersebar di 31 Provinsi.

Dalam rangka untuk memperbaiki aspek teknis pada kegiatan PUPM melalui TTI ini, Badan Ketahanan Pangan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis PUPM yang diselenggarakan pada tanggal 12-13 September 2017, bertempat di Hotel Neo Green Savana, Sentul, Bogor. Rakor  ini dipimpin oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan dan dihadiri oleh Tenaga Ahli Kementerian Pertanian, Inspektur 3 Inspektorat Jenderal, Kementerian Pertanian, Kepala Dinas yang Menangani Ketahanan Pangan Daerah di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat,  dan Banten, Para Pejabat Eselon II dan III Lingkup Badan Ketahanan Pagan.

Rapat koordinasi teknis ini diselenggarakan sebagi upaya dalam memperoleh masukan, saran, dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan PUPM melalui TTI tahun 2017 yang telah berjalan selama ini. Dalam perkembangan pelaksanaan kegiatan, ada beberapa hambatan yang sifatnya teknis di lapangan sehingga diperlukan penyesuaian dalam Pedoman Teknis. 

Beberapa hal penting lain yang perlu dicermati adalah adanya perubahan regulasi dalam penentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57 Tahun 2017 dan tentang Kualitas Mutu Beras yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 31 Tahun 2017, perlu dilakukan penyesuaian terhadap Pedoman Teknis PUPM.

Hal lain yang perlu masukan selanjutnya dalam pengembangan kegiatan PUPM yaitu: bentuk kemasan, konsep pengembangan TTIC di daerah, solusi terhadap tingginya harga gabah saat ini karena banyak tanaman terserang hama, kelayakan pencairan dan pemanfaatan dana bantuan pemerintah di TTI, serta optimalisasi suplai bahan pangan oleh PUPM dan penjualan di TTI.

Melalui perbaikan yang sifatnya teknis, permasalahan dalam pasokan ke wilayah Jabodetabek sudah mendapatkan solusinya melalui kerjasama dengan berbagai pihak untuk mendukung pendistribusian pangan ke TTI di Jabodetabek. Kedepannya  kegiatan PUPM melalui TTI ini dapat terlaksana secara tertib administrasi, transparan, dan akuntabel.

Keberhasilannya kegiatan PUPM sangat ditentukan oleh dukungan dan komitmen dari seluruh unsur Badan Ketahanan Pangan maupun Dinas Ketahanan Pangan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)