INFO HARGA

Pasar Lenteng Agung, Jaksel; Beras Medium Rp11.000/Kg, Bawang Merah Rp22.000/Kg, Bawang Putih Bonggol Rp26.000/kg, Bawang Putih Kating Rp28.000/kg, Cabai Merah Keriting Rp43.000/Kg, Cabai Rawit Merah Rp45.000/kg, Daging Sapi Murni Rp120.000/Kg, Daging Ayam Ras Rp36.000/Kg, Telur Ayam Ras Rp23.000/Kg, Gula Pasir Lokal Rp14.000/Kg, Minyak Goreng Curah Rp13.000/Kg. Pasar Tomang Barat, Jakbar; Beras Medium Rp12.000/Kg, Bawang Merah Rp28.000/Kg, Bawang Putih Bonggol Rp25.000/kg, Bawang Putih Kating Rp28.000/kg, Cabai Merah Keriting Rp45.000/Kg, Cabai Rawit Merah Rp60.000/kg, Daging Sapi Murni Rp120.000/Kg, Daging Ayam Ras Rp30.000/Kg, Telur Ayam Ras Rp27.000/Kg, Gula Pasir Lokal Rp12.500/Kg, Minyak Goreng Curah Rp13.000/Kg. Pasar Cempaka Putih, Jakpus; Beras Medium Rp10.000/Kg, Bawang Merah Rp24.000/Kg, Bawang Putih Bonggol Rp25.000/kg, Bawang Putih Kating Rp28.000/kg, Cabai Merah Keriting Rp45.000/Kg, Cabai Rawit Merah Rp50.000/kg, Daging Sapi Murni Rp120.000/Kg, Daging Ayam Ras Rp30.000/Kg, Telur Ayam Ras Rp25.000/Kg, Gula Pasir Lokal Rp14.000/Kg, Minyak Goreng Curah Rp13.000/Kg. Pasar Deppok Jaya, Kota Depok; Beras Medium Rp11.000/Kg, Bawang Merah Rp26.000/Kg, Bawang Putih Bonggol Rp25.000/kg, Bawang Putih Kating Rp35.000/kg, Cabai Merah Keriting Rp50.000/Kg, Cabai Rawit Merah Rp60.000/kg, Daging Sapi Murni Rp120.000/Kg, Daging Ayam Ras Rp45.000/Kg, Telur Ayam Ras Rp26.000/Kg, Gula Pasir Lokal Rp15.000/Kg, Minyak Goreng Curah Rp12.000/Kg. Info Harga Pangan, Kamis 18 Januari 2018:
Sabtu, 02 September 2017 - 06:15:16 WIB
Presiden Jokowi Minta Konsep Koperasi Petani Modern Menjadi Percontohan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Utama - Dibaca: 290 kali

Presiden Joko Widodo meminta konsep koperasi petani secara modern yang dimotori oleh PT BUMR (Badan Usaha Milik Rakyat) Pangan Terhubung di Sukabumi menjadi percontohan untuk di daerah lain. Demikian  disampaikan Presiden saat mengunjungi Koperasi Arromah PT BUMR Pangan Terhubung di Sukabumi, Jumat, 1 September 2017.

“Karena saya sudah dengar lama di PT. BUMR Pangan di Sukabumi ini adalah yang sering saya sampaikan mengkoorporasikan petani, ya ini,” kata Presiden kepada jurnalis setelah meninjau penggilingan beras milik koperasi tersebut.

Presiden mengapresiasi pendirian koperasi itu karena konsep korporasi petani dilakukan secara menyeluruh dari mulai pengolahan sampai penjualannya. Hal ini termasuk pengemasan yang modern dan menarik sehingga bisa masuk langsung ke industri retail.

“Dalam skala yang besar ada _economic skill_ dikerjakan dengan cara-cara modern. _Dipackaging_ seperti ini kemasannya. Sangat modern, sangat menarik. Bisa masuk langsung ke retail. Petani diajak berkelompok dalam sebuah skala industri," ucap Presiden.

Sistem penanaman juga dilakukan secara modern dengan melibatkan teknologi modern untuk mengetahui lokasi lahan, kondisi lahan, termasuk sistem pemasarannya yang dilakukan secara _online_.

“Saya kira petani kita harus seperti itu. Jadi saya kira akan saya _copy_. Mungkin minggu depan, Pak Luwarso (Pimpinan PT BUMR Pangan Terhubung) akan kami undang ke Istana untuk bicara. Saya ingin ini _dicopy_ sebagai sebuah contoh untuk tempat-tempat yang lain. Biar nanti dikomandani pak Luwarso," ujar Presiden.

Sistem Pendanaan

Saat ini, sekitar 1.000 hektare lahan pertanian sudah tergabung dalam koperasi tersebut. Dengan jumlah lahan tersebut, dibutuhkan sekitar Rp48 miliar untuk mendirikan koperasi tersebut. Presiden mengaku akan membuat konsep seperti ini termasuk mencarikan solusi sistem pendanaannya.

“Kalau skala 5 ribu (hektare) kurang lebih Rp254 miliar. Memang harus seperti itu. Ini yang akan saya temukan. Sehingga nanti bagaimana pinjam ke banknya, bagaimana cara mengangsur dan petani bisa semuanya kita libatkan,” tuturnya.

Presiden pun mengatakan akan mengundang Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ke Istana Kepresidenan untuk mengembangkan konsep koperasi modern tersebut.

PT. BUMR Pangan Terhubung merupakan koperasi yang melakukan proses pengolahan beras dari hulu ke hilir dengan menggandeng para petani sekitar. Selain itu, koperasi itu juga memberikan pendampingan selama masa tanam termasuk menyediakan pinjaman modal. Panen dan pengemasannya pun kemudian diolah dengan menggunakan teknologi modern, termasuk penjualannya yang didistribusi secara langsung ke toko retail maupun menggunakan media sosial. Nantinya, hasil penjualan akan dibagi dengan para petani anggota koperasi tersebut.

Tampak mendampingi Presiden, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. 

Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)